Atap sirap adalah atap yang berbahan kayu Besi (disebut juga kayu Ulin). Kayu ini sangat kuat yang awet sampai puluhan tahun. Dulu banyak bahan tiang listrik yang menggunakan kayu ini. Kesan alami bangunan bisa ditampilkan dengan menggunakan bahan atap sirap ini.
Di Indonesia kayu ini banyak ditemukan di Kalimantan.
Untuk menggunakannya sebagai bahan atap, kayu Besi dipotong-potong tipis (sekitar 4 – 5 mm).
Kemudian dipasang seperti memasang genteng tanah, bagian bawah terlebih dulu kemudian ditumpuk dengan yang disebelah atas.
Itu pemasangannya secara sederhana… Berikut beberapa hal yang lebih mendetil dari pemasangan atap sirap.
Untuk menjaga agar tidak renggang, sebelum dipasang….. bilah-bilah kayu besi bahan atap sirap dipotong / dirapikan agar benar-benar presisi.
Terutama untuk atap sirap expose (bangunan tidak memakai plafond, sirap pada lapisan paling bawah langsung terlihat), harus benar-benar rapi / rapat.
Seperti yang disebutkan diatas, bilah-bilah kayu sirap dipasang seperti memasang genteng. Agar tidak melorot, bilah-bilah ini dipaku. Karena jumlah bilah ini mencapai angka ribuan, digunakan pistol paku untuk memasang paku sehingga lebih cepat. Juga dikerjakan secara bersamaan dengan jumlah tukang yang banyak. Pistol paku ini menembakkan paku dengan tenaga angin dari kompresor.
Atap sirap yang dipasang biasanya 3 – 4 lapis. Lapisan-lapisan ini terdiri dari (dari lapisan paling bawah): sirap layer 1 – tripleks – aluminium foil - sirap layer 2 - sirap layer 3 - sirap layer 4.
Susunan ini digunakan pada atap sirap expose.
makasih banyak om :D
BalasHapussama-sama...
BalasHapus