Artikel ini menarik! Beritahu teman mu..

Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan

20 April 2013

Taman Sukasada Ujung, Karangasem, Bali

0 komentar
Taman Sukasada Ujung dulunya adalah tempat peristirahatan Raja Karangasem yang dibangun di awal tahun 1900-an. Berada sekitar 5 Km dari Kota Amlapura. Tempat ini adalah properti pribadi keluarga Kerajaan Karangasem yang saat ini dibuka untuk umum sebagai obyek wisata.

Taman ini didominasi oleh kolam berukuran besar dan kecil, mungkin karena itulah disebut juga sebagai Istana Air. Pada bagian tengah kolam besar ada bangunan (kamar) tempat peristirahatan raja yang dihubungkan dengan jembatan. Disekitarnya juga ada bangunan-bangunan lain yang terbuka seperti pendopo.

Taman Sukasada Ujung, Karangasem, Bali

Berikut beberapa foto yang saya ambil di Taman Sukasada Ujung



Foto-foto lain dari Taman Sukasada Ujung bisa ditemukan dari pencarian Google.

19 Mei 2010

Hotel berlokasi di Sanur - Bali

1 komentar
Seluruh dunia telah mengakui bahwa Pulau Bali adalah surga di dunia dengan panorama yang indah dan budaya penduduknya yang menarik sehingga sangat layak dikunjungi untuk berwisata. Bahkan menurut peringkat yang disusun salah satu majalah travel ternama menyebutkan bahwa Pulau Bali mengalahkan Pulau Hawai yang ada di Pasifik sebagai pulau wisata terbaik.
Seorang teman ingin menawarkan Ratna Beach Hotel kepada para investor yang tertarik menanamkan modal di bidang industri pariwisata, terutama akomodasi wisata.
ratna beach hotel - tampak depan - vmancer
Ratna Beach Hotel ada di kawasan wisata Pantai Sanur yang memiliki kamar sejumlah 36 dan tergolong kelas hotel melati dengan luas tanah 19,5 Are.  
Beralamat di Jalan Segara Ayu dan berjarak 50 meter menuju Pantai Sanur.




ratna beach hotel - vmancer-  (10)
Fasilitas : lobby lounge, kolam renang (pool), bar, function room (ruang serba guna), parkir.
Ingin melihat foto-foto Ratna Beach Hotel yang lain? Klik Album Picasa Ratna Beach Hotel.


Sorry....sudah laku!!!

20 September 2009

Visit Indonesia 2009 Wallpaper by Galmed

0 komentar
PendetDance-WPCweek119 - mobile9Melihat ini saya mengartikan Galmed mendukung program pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Indonesia, Visit Indonsia 2009.

Tapi ia mengharapkan hal yang lebih baik lagi dari pemerintah yaitu suatu website sentral yang berisikan katalog seluruh karya seni, adat istiadat dan budaya yang ada di Indonesia yang bertujuan untuk berbagai hal. Selama ini mungkin ada website yang menyajikan karya seni, adat istiadat, dan budaya, hanya saja masih bersifat parsial dan belum legkap. Media ini nantinya bisa berfungsi sebagai inventaris kekayaan Indonesia, juga berfungsi sebagai media pembelajaran bagi generasi penerus.

Untuk diri saya, menganggap….. bahwa orang Indonesia lainnya (selain orang Bali) juga tidak setuju tari pendet pada karya Galmed disamping digunakan malah untuk mempromosikan Malaysia, konotasinya….. tari pendet tersebut milik Malaysia.
Bagaimanapun juga salut ku pada Galmed, seseorang dari tanah Sumatera. Sebenarnya saya tidak mengenalnya sama sekali, tapi melihat karyanya... merasa memiliki suatu visi.


Di Facebook malah ada group Malingsia, trully maling asia …..
Pada artikel sebelumnya saya pernah membahas kasus pencurian budaya dan karya seni yang terjadi beberapa kali. Terutama di Bali….. yang akhirnya menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat.
Kasus yang menonjol sebelumnya, yaitu pembuatan hak paten oleh suatu perusahaan kerajinan terhadap corak ukiran seniman Bali yang berumur cukup tua ….. tentu saja banyak diprotes, terutama golongan seniman yang mengerti ukiran tersebut.

24 Agustus 2009

Karya seni Bali sudah beberapa kali diklaim milik pihak lain …..

0 komentar

Kasus sebelumnya adalah ukiran perak …..

 

Jaman dulu Belanda ngambil rempah2,

Sekarang malaysia ngambil reog, pendet, dll.

Jaman dulu rakyat Indonesia dikerjapaksakan Belanda atau ditembaki habis,

Sekarang kita dibom orang-orang dari Malaysia

Belanda = Malaysia ??

 

Artikel dibawah diambil dari News Yahoo!

 

Seniman Bali Protes Klaim Tari Pendet oleh Malaysia

 

Masyarakat, seniman Bali dan sesepuh penari Bali memprotes klaim Malaysia atas tari pendet. Mereka meminta Malaysia untuk segera mencabut tari pendet dari iklan pariwisata megri jiran tersebut.

Protes ini mereka tuangkan dalam sebuah pegelaran tari pendet di Art Center, Jl Nusa Indah, Denpasar, Bali, Sabtu (22/8/2009).

Tampak hadir dalam pagelaran itu, I Wayan Dibia, dan Luh Arini penggubah tari pendet versi tontonan. Hadir pula Anggota DPD RI asal Bali Ida Ayu Agung Mas.

"Kita prihatin asal diklaimnya tari pendet yang berasal dari Bali oleh Malaysia. Kami anggota DPD, masyarakat, seniman dan sesepuh penari Bali meminta agar Malaysia mencabut tari pendet dalam iklan-iklan mereka," ujar Ida Ayu Agung Mas di sela-sela aksi.

Menurut Ida Ayu, dalam waktu dekat pihaknya melayangkan protes pada Malaysia melalui DPD RI dan pemerintah RI.

"Masyarakat Bali siap membantu pemerintah untuk mendata ulang berbagai kesenian yang ada di Indonesia," ungkapnya.

Dalam pagelaran tersebut, Luh Arini tampil membawakan tarian pendet bersama dengan dua penari cilik. Puluhan pengunjung art center, tampak antusias menyaksikan pagelaran ini.

23 Juni 2009

Pesta Kesenian Bali (PKB) / Balinesse Art Festival

2 komentar

    

   

Artikel “Sejarah Pesta Kesenian Bali” adalah copy paste dari website Liputan Khusus Bali Travel News

SEJARAH PESTA KESENIAN BALI

Pesta Kesenian Bali diselenggarakan sebagai upaya persembahan karya cipta seni terbaik masyarakat. Bilapun kini masyarakat berkeinginan memilih antara kesenian dan kerajinan, profan dan sekular, pesanan dan kreativitas murni masyarakat Bali, semua itu mereka kerjakan dengan semangat “persembahan “. Perbedaan itu tidak akan mengurangi hakekat berkesenian. Kegiatan berkesenian didasari oleh motivasi sebagai persembahan yang terbaik dan “spirit” dalam segala aktivitas masyarakat Bali.

Seni yang ditampilkan adalah persembahan dan karya cipta yang dihasilkan juga sebagai persembahan. Hal ini yang masih dijadikan. Persembahan seni dan karya cipta mengandung makna pembebasan yang iklas yang dalam ajaran Hindu sering disebut dengan yadnya. Yadnya yang dipersembahkan melalui seni dan karya cipta menjadikan hasil ciptaannya sebagai persembahan terbaik, maka sedapat mungkin seseorang seniman tidak akan mempersembahkan miliknya atau karyanya yang paling jelek atau seadanya, apalagi persembahan itu berupa seni dan karya cipta yang terlahir dari budi daya sebagai hulu cinta kasih dan peradaban rohani seni masyarakat.

Pesta Kesenian Bali merupakan media dan sarana untuk menggali dan melestarikan seni budaya serta meningkatkan kesejahteraan. Penggalian dan pelestarian seni budaya meliputi filosofi, nilai-nilai luhur dan universal, konsep-konsep dasar, warisan budaya baik benda atau bukan benda yang bernilai sejarah tinggi, ilmu pengetahuan dan seni sebagai representasi peradaban serta pengembangan kesenian melalui kreasi, inovasi, adaptasi budaya dengan harapan agar tetap hidup dan ajeg berjcelanjutan dalam konteks perubahan waktu dan jaman serta dalam lingkungan yang selalu berubah.
PELOPOR

Menampung hasil karya cipta, seni dan aspirasi berkesenian baik kesenian hasil rekonstruksi, seni hasil inovasi, atraksi kesenian serta apresiasi seni dan budaya masyarakat , maka Pemerintah Propinsi Bali, sejak tahun 1979, oleh Almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra menggagas dan memprakarsai suatu wadah pesta rakyat, yang sampai sekarang disebut ” Pesta Kesenian Bali ” (PKB), yang pertama kalinya di gelar.

Dasar Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali adalah Peraturan Daerah Propinsi Bali Nomor 07 Tahun 1986 tentang” Pesta Kesenian Bali “. Pesta Kesenian Bali yang digelar pertama kali pada tahun 1979, berlangsung kurang lebih 2 bulan tepatnya dari tanggal 20 Juni 1979 sampai 23 Agustus 1979, dan setiap tahun telah memberikan kesempatan untuk menampilkan karya-karya seni terbaik, sebagai wahana pembinaan, pelestarian dan pengembangan seni budaya masyarakat.Pelestarian seni budaya dengan menampilkan keseniankesenian klasik yang sudah hampir punah dan terpendam di masyarakat.Melalui Pesta Kesenian Bali, memotivasi masyarakat untuk menggali, menemukan dan menampilkan kepada masyarakat pada pesta rakyat ini. Penyelenggaraan PKB dari tahun ketahun telah memberikan nuansa tersendiri bagi keajegan seni budaya Bali dengan menampilkan thema yang selalu berbeda-beda.Kiranya cara berkesenian masyarakat Bali yang dipersembahkan kedalam wadah Pests Kesenian Bali, setiap tahunnya juga berbeda-beda. Seperti pada Pesta Kesenian Bali yang berlangsung Juni 2003 ini merupakan Pesta Kesenian Bali ke 25 yang bertepatan dengan Jubillium Perak Pesta Kesenian Bali. Kesempatan ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk melakukan koreksi, perbaikan dan perubahan serta introspeksi diri, ditengah-tengah keterpurukan kepariwisataan Bali saat ini.

Pesta Kesenian Bali Tahun 2003 ini mengambil thema ” Yadnya Cakra “yang bermakna Roda Kreativitas Tiada Henti. Thema ini menggambarkan betapa beratnya beban kita untuk selalu beraktivitas dan berkreativitas untuk memenuhi kehidupan kita. Dengan demikian aktivitas dan kreativitas berkesenian untuk menghasilkan karya cipta dan seni masyarakat Bali tidak akan pernah berhenti, untuk menggali dan mengembangkan gagasan-gagasan baru, baik itu gagasan barn berkesenian maupun dalam kegiatan sehari hari, dalam rangka menyambung kelangsungan kehidupannya. Penggalian dan pengembangan gagasan baru berkesenian, dipakai untuk mengimbangi adanya distribusi budaya asing sebagai akibat globalisasi menyeluruh, karena dengan adanya gagasan barn akan dapat menuntun prilaku masyarakat dalam konteks berfikir, berkata dan berbuat yang diinplementasikan dan diwujudkan dalam bentuk karya cipta seni budaya.

Dalam sejarah perjalanan pesta seni rakyat yang akbar ini pada umumnya selalu dibuka oleh pejabat tinggi negara. Hanya pada PKB yang pertama kali tahun 1979 dibuka oleh Almarhum Prof DR. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali sekaligus sebagai penggagas PKB. Selebihnya pembukaan PKB dilaksanakan oleh Menteri, Wakil Presiden, Presiden dan Ibu Negara.

07 Juni 2009

Kepiting Unik di Yeh Gangga, Tabanan, Bali.

6 komentar

07062009(045)

Lihatlah gambar kepiting disamping.

Bagi saya kepiting jenis ini unik… Memiliki capit hanya sebuah yang berukuran hampir sama dengan tubuhnya.

Bagi para ahli dan penduduk sekitar, kepiting tersebut adalah biasa saja. Memang begitu…

Saya bertemu dengan kepiting jenis ini di depan bangsal nelayan Yeh Gangga, Tabanan, Bali.



Jika ingin melihat posisinya pada Google Maps, bisa digunakan keyword “pantai timur yeh gangga”, dan akan ditunjukkan posisi terdekat dimana posisi saya menemukan kepiting unik ini di sebelah utara muara sungai Yeh Empas, yang terlihat seperti teluk berbentuk tapal kuda.07062009(040)

Dengan capit sebesar itu, kira-kira gimana ya …. ???

Gimana pula untuk masuk rumah?

Apa nggak mentok sana-sini???